Pesona Desa Penglipuran Bali: Desa Adat Terbersih di Dunia yang Penuh Keunikan Budaya



Desa Penglipuran merupakan salah satu desa adat sekaligus destinasi wisata budaya yang unik dan terkenal di Pulau Bali.

Lokasi & Geografi

Desa ini berlokasi di Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, berjarak sekitar 45 kilometer dari Kota Denpasar dan 5 kilometer dari pusat kota Bangli.

Terletak di kawasan dataran tinggi, Desa Penglipuran memiliki udara yang sejuk sehingga suasana pedesaannya terasa sangat tenang dan alami.

Sejarah & Filosofi

Desa Penglipuran memiliki sejarah panjang sebagai desa adat tradisional Bali yang telah berkembang sejak ratusan tahun lalu.

Konon, nama "Penglipuran" berasal dari kata yang bermakna mengenang leluhur dan pura, yang mencerminkan betapa pentingnya nilai tradisi serta spiritualitas di desa ini.

Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat desa memegang teguh filosofi Tri Hita Karana, yakni menjaga keseimbangan hubungan antara manusia, Tuhan, dan alam semesta.

Budaya & Adat

Tata ruang Desa Penglipuran mengikuti konsep Tri Mandala, yang terdiri dari zona tertinggi untuk pura, zona perumahan, dan zona akhir atau pemakaman untuk mencerminkan harmoni kosmik adat Bali.

Setiap rumah di desa wisata ini dibangun dengan arsitektur tradisional Bali yang memiliki bentuk gerbang seragam bernama angkul-angkul.

Desa ini juga sangat terkenal dengan aturan adatnya yang tegas dan unik, salah satunya adalah larangan terhadap praktik poligami.

Jika aturan tersebut dilanggar, maka pelakunya dapat dikenakan sanksi berupa pengasingan secara adat.

Untuk memperkuat kerukunan dan hubungan sosial warga, semua rumah di desa ini dihubungkan oleh gang-gang kecil antar-tetangga.

Lingkungan & Kebersihan

Desa Penglipuran diakui secara global sebagai salah satu desa terbersih, bahkan pernah meraih penghargaan sebagai desa terbersih ketiga di dunia.

Area utama desa ini sepenuhnya bebas dari kendaraan bermotor, sehingga menciptakan suasana yang sangat tenang, asri, bersih, dan ramah lingkungan.

Macam Wisata & Aktivitas

Sebagai salah satu desa wisata budaya favorit di Bali, Desa Penglipuran menawarkan berbagai aktivitas menarik bagi para pengunjung.

Wisatawan dapat belajar lebih dalam tentang budaya Hindu Bali sekaligus mengunjungi pura-pura sakral yang ada di area desa.

Selain itu, pengunjung bisa melihat langsung proses pembuatan kerajinan tangan khas Bali, seperti anyaman bambu, topeng, dan kain tenun.

Karena adanya larangan masuk bagi kendaraan bermotor, wisatawan dapat mengelilingi dan menikmati keindahan desa dengan santai melalui berjalan kaki atau bersepeda.

Untuk mendapatkan pengalaman budaya yang lebih autentik, pengunjung juga bisa menyewa dan mengenakan pakaian tradisional Bali saat berfoto.

Pada waktu-waktu tertentu, wisatawan juga dapat menyaksikan serta menikmati festival, upacara desa, maupun perayaan ritual adat khusus lainnya.

Oleh: Olin & Raras (Kelas 8A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
atOptions = { 'key' : 'bb92cd81449636eaec9d8ec9f29c9a24', 'format' : 'iframe', 'height' : 60, 'width' : 468, 'params' : {} }; ">Responsive Advertisement