Semarang - SMP Maria Goretti mengadakan kokurikuler tengah semester yang bertema berkarya untuk Indonesia pada tanggal 31 Agustus 2026 sampai tanggal 4 September 2026.
Dari kokurikuler kali ini kelas 8 diharapkan bisa mengolah limbah seperti bambu, kain perca, dan kertas menjadi barang yang memiliki nilai.
Pada hari pertama sampai hari ke dua siswa-siswi kelas 8 diajarkan apa keunggulan dari mengolah barang tak terpakai menjadi barang bernilai. Pada hari ke tiga sampai ke empat siswa-siswi fokus membuat karya
Pada hari terakhir tepatnya Jumat 4 September 2026 diadakan pameran untuk memajang karya siswa. Karya siswa yang dipajang cukup menarik yaitu adanya stan bambu, peta pulau di Indonesia memakai bubur kertas, taplak meja dari kain perca, patung godzila dari bubur kertas, gantungan kunci dari kain perca dan juga taplak cangkir dari kain perca.
Salah satu stan yang menarik adalah dari kelas 8e dikarenakan stan dari 8e memiliki stan bambu yang terlihat alami sebab ditempel di alas rumput sintetis dan juga ditambah tanaman buatan yang membuatnya terlihat alami.
Stan dari Kelas 8e juga membawa konsep yang tak di bawa kelas lain yaitu photobooth dengan bingkai yang dilapisi koran dan juga ditempelkan hiasan khas Jawa sehingga membuat stan mereka lebih menarik.
Joshua Mikael Mardhika selaku pengurus dari tim kokurikuler kelas 8e bercerita kalau proses membuat stan bambu tidak mudah mereka harus belajar cara memotong bambunya menjadi kecil-kecil lalu diampelas dan memikirkan desainnya sehingga stan bambu yang kita lihat lebih alami dan membuat alasnya. Joshua juga menceritakan cerita lucu ketika mereka menggergaji bambu bukannya bambunya yang terbelah namun gergajinya yang patah.
Dari kokurikuler kali ini murid-murid kelas 8 bisa belajar mengubah barang yang sudah tak terpakai menjadi barang yang bernilai sehingga barang tersebut tak terbuang sia-sia.
Penulis : Dominic Darrell Soputro