Keseruan Study Tour SMP Maria Goretti di Pantai Kuta Bali: Wawancara Turis Asing hingga Insiden Sandal




Setelah siswa-siswi kelas 8 SMP Maria Goretti selesai berbelanja di Joger, mereka melanjutkan perjalanan menuju destinasi wisata Bali yang terkenal dengan keindahan matahari terbenamnya, yaitu Pantai Kuta.

Kami diantar menggunakan kendaraan yang disebut "Pajero" (Panas, Njobo, Jero).

Istilah itu adalah candaan lucu dan unik yang dilontarkan oleh pemandu wisata yang mendampingi rombongan kami.

Perlahan-lahan, pusat oleh-oleh Joger mulai sepi karena anak-anak beranjak menuju kawasan Pantai Kuta.

Kendaraan yang kami tumpangi memiliki jendela yang terbuka, sehingga para siswa dapat langsung menikmati udara luar.

Banyak siswa dan siswi yang menyapa ramah para pegawai di kafe serta warga asing yang sedang bersantai di sepanjang jalan.

Momen interaksi sederhana ini menjadi pengalaman berkesan yang tidak akan pernah dilupakan oleh para siswa.

Sesampainya di Pantai Kuta, beberapa siswa memilih untuk menyewa kursi pantai agar bisa duduk dan bersantai menikmati suasana.

Uniknya, tidak banyak siswa yang langsung menyusuri bibir pantai saat baru tiba.

Ternyata, para siswa-siswi sedang sibuk mengerjakan tugas praktik Bahasa Inggris, yaitu mewawancarai para wisatawan asing di sana.

Meskipun berada di pantai, para siswa tidak diperkenankan untuk berenang karena ombak Pantai Kuta yang kuat dan arusnya yang cukup deras.

Oleh karena itu, para siswa-siswi hanya bermain air dan pasir di sekitar bibir pantai.

Ada sebuah kejadian lucu saat salah satu siswa SMP Maria Goretti bermain di bibir pantai tanpa melepaskan sandalnya.

Saat kakinya terkena sapuan ombak, sandalnya ikut terseret dan hampir hilang dimakan oleh derasnya arus laut.

Momen menarik lainnya adalah saat salah satu kelas mendapatkan kesempatan berswafoto dengan turis asing asal Selandia Baru (New Zealand).

Kesempatan seru itu terjadi karena turis tersebut tertarik melihat rombongan kelas yang sedang berfoto dengan sangat ramai dan gembira.

Sangat disayangkan, para siswa-siswi tidak bisa menantikan momen sunset yang ikonik di Pantai Kuta.

Hal ini dikarenakan para murid harus segera melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya dan makan malam di sana.

Waktu terasa berjalan sangat cepat saat rombongan berada di Pantai Kuta.

Meski singkat, para murid sangat menikmati pemandangan alam di sana, terlebih karena momen berharga tersebut dihabiskan bersama-sama.

Oleh: Queen (Kelas 8A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
atOptions = { 'key' : 'bb92cd81449636eaec9d8ec9f29c9a24', 'format' : 'iframe', 'height' : 60, 'width' : 468, 'params' : {} }; ">Responsive Advertisement