Pada tanggal 27 Januari 2026, rombongan SMP Maria Goretti berkunjung ke salah satu destinasi wisata pura ikonik di Bali, yaitu Tanah Lot yang bermakna tanah di tengah laut.
Ini merupakan objek wisata pertama yang dikunjungi selama study tour di Bali, sehingga para siswa-siswi merasa sangat bersemangat.
Saat berada di dalam bus, hampir seluruh murid tertidur pulas karena harus bangun sangat pagi.
Ketika membuka mata, para murid ternyata masih berada di area parkir Kurnia Seafood Bali untuk waktu yang cukup lama.
Beberapa saat kemudian, kami baru melanjutkan perjalanan sembari menikmati pemandangan luar yang sangat indah.
Sepanjang jalan, para murid juga banyak melihat bangunan pura yang berdiri berdampingan di setiap rumah warga lokal.
Sesampainya di kawasan Tanah Lot, semua peserta sangat gembira karena bisa melihat pesona pura ini dari dekat.
Pura Tanah Lot yang biasanya hanya dilihat melalui layar kaca, kini akhirnya bisa disaksikan secara langsung.
Begitu memasuki area Tanah Lot, para murid beserta guru langsung berfoto bersama sebagai kenang-kenangan.
Walaupun langit sempat menitikkan sedikit gerimis hujan, antusiasme dan semangat para murid sama sekali tidak surut.
Selain SMP Maria Goretti, terpantau ada sekitar tiga sekolah berbeda lainnya yang juga sedang berwisata di sana.
Begitu selesai mengambil foto seangkatan, masing-masing kelas juga mulai mengambil sesi foto bersama.
Di tengah keramaian pengunjung yang berfoto, sempat ada insiden kecil seorang siswa yang terpeleset.
Oleh karena itu, semua orang menjadi lebih berhati-hati saat turun satu per satu untuk berfoto secara individu.
Sayangnya, keluarga besar SMP Maria Goretti hanya memiliki waktu kunjungan yang sangat terbatas di Tanah Lot.
Hal ini dikarenakan rombongan harus segera menuju objek wisata Bali berikutnya agar tidak melebihi jadwal waktu yang telah disepakati.
Di lokasi wisata ini pula, setiap bus mulai didampingi oleh pemandu wisata (guide) lokal.
Para pemandu ini siap menemani perjalanan wisata sekaligus menceritakan banyak hal menarik seputar sejarah Bali dan adat istiadatnya.
Saat berjalan menuju pintu keluar, para murid melihat jajaran toko oleh-oleh dan pakaian yang tertata rapi di sepanjang jalan.
Beberapa murid SMP Maria Goretti pun menyempatkan diri untuk membeli baju khas Bali di pertokoan tersebut sebagai cendera mata.
Oleh: Hasian (Kelas 8A)
